caption tentang bunga layu - 100+ Caption Tentang Bunga Yang Layu

100+ Caption Tentang Bunga Yang Layu

Diposting pada

Caption bunga yang layu adalah sebuah ungkapan untuk menyatakan rasa kekecewaan atau mengenang saat perpisahan, caption ini juga bermakna bahwa tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini, bahkan bunga yang indah dan harum semerbak sekalipun bila sudah dipetik lama kelamaan menjadi layu kemudian mati.

caption bunga layu kata ungkapan - 100+ Caption Tentang Bunga Yang Layu

Caption Tentang Bunga Layu

Berikut adalah beberapa contoh caption atau kata-kata tentang bunga yang layu.

  1. Kehidupan di dunia bagai bunga yang dipetik kemudian layu..
  2. Jadilah bunga harapan yang takkan pernah layu
  3. Apakah cinta memang begitu? Saat dia mulai menyemai bibit harapan, hanya untuk layu sebelum berkecambah?
  4. Sekuntum bunga yang mekar akan layu juga, sebagaimana manusia, seindah, secantik, setampan, sehebat, bahkan seabsurd apapun seseorang yang kau kagumi, tak akan abadi.
  5. Hilangnya senyum dari wajahmu membuat hatiku jadi tak menentu, bunga-bunga di taman pun ikut layu bersama sinar surya yang perlahan meredup dalam pelukan malam dingin nan kelabu
  6. Jangan buat aku cemburu, karena saat aku cemburu bunga palsu pun bisa layu.
  7. Kalau sudah layu dia akan dibuang dan tak ada lagi gunanya kan?
  8. Hatiku bukanlah bongkahan batu yang mampu bertahan utuh saat kau hempaskan dan perasaanku bukan pula selembar kertas yang mudah kau robek lalu kau bakar.Namun hati dan perasaanku ini ibarat seuntai bunga yang mudah layu bila tak kau pupuki dengan kasih dan sayangmu
  9. Bunga mawar telihat layu tak disiram setiap pagi ungkapkanlah kepadaku karena cinta bukan teori.
  10. Bunga yang layu pun bila kena siram dengan air akan mekar apatah lagi cinta right?
  11. Sama seperti bunga dan kenangan, kalau bunga bisa layu, tapi kalau kenangan itu abadi.
  12. Baju kusut bunga layu, papan melekat karena dipaku. Tiada maksud buatmu menunggu, cintaku ini hanya untukmu.
  13. Berapa banyak bunga yang layu dan mati karena dipetik bersama hasrat ingin memiliki? Dari bunga ini aku kembali belajar; sesungguhnya memiliki adalah menjaga dan merawat, menyediakan tempat hidup yang layak; hati.
  14. Kita menyakiti satu sama lain di tumpukan tebal ketidak tertarikan cinta kita tumbuh menyedihkan seperti bunga layu kita tidak tau betapa berharganya kita satu sama lain
  15. Kenangan tak terlupakan adalah bersama dengan mu saat terindah dimana senyum yg gk pernah berhenti cahaya yg gk pernah padam kehangatan sepanjang hari bunga yg gk pernah layu semerbak tak pernah berhenti tapi apa mau di kata itu adalah masa lalu,
  16. Cintakan bunga, bunga akan layu. Cintakan manusia, manusia akan mati. Tapi, cintakan Allah.. Kekal abadi..
  17. Bunga november kian layu, bunga desember mulailah tumbuh. Waktu cepat berlalu, namun bayangmu masih tetap utuh.
  18. “bunga yang dulunya mekar kini layu, manusia yang dulunya riang kini sayu”
  19. Bunga disiram takkan layu selalu berbunga tanpa jemu jangan takut kehilanganku karena kuselalu disisimu
  20. Embun pun takkan mampu menyubur sekuntum bunga yang layu pada musim luruh yang dulunya mekar di sinar suria bila sudah kering pasti akan gugur
  21. Yang merah akan layu, yang ungu pun akan layu, semua punya masa. Tapi layunya bunga akan menghasilkan biji yang akan menjadi pohon dan bunga yang baru.
  22. Yang patah tumbuh yang hilang berganti tapi yang layu tiada mekarnya
  23. Sudha kodrat kalo bunga layu … yangg penting semangat jangan sampai layu
  24. Biar bunga puti bersemi kankusiram kan kusiram dengan senyumku takan kubiarkan layu musim kemarau bunga puti aromamu menawan hati banyak rindu hati ingin memetikmu
  25. Biarkanlah bunga pemberianmu mati, asal janganlah kamu pindah ke lain hati. Biarkanlah bunga pemberianmu layu, asalkan yang ada di dalam hatimu, itu tetap aku.
  26. Jalan ini terang…namun sepi, bunga itu harum…namun layu, bumi ini luas…namun terbatas, tanpa kabar darimu sayang…
  27. Bunga cinta yg dulu mekar berbunga kini layu dipusara bumi
  28. Kamu itu kayak bunga.. Gampang banget layunya..
  29. Ku tak ingin seperti bunga yang kau senangi ketika indah dan kau buang ketika layu.
  30. Bahkan satu buket bunga warna warni tidak selalu mewakili isi hati. Bisa jadi ada maksud tersembunyi yang jauh dari nurani. Semua akan layu dan kering dijemput waktu.
  31. Ingat saja, selalu ada layu yang menunggu bunga mekar
  32. Tak sembuh dari rindu, tak layu bunga oleh waktu, dilangit yang berhenti membiru tetap setia tertuju… biarlah membisu dan tak perlu mengadu!
  33. Bunga yang tak akan layu di bumi, adalah kebajikan
  34. Untukmu yang sedang mencari atau sedang menjalani sebuah proses. Ingatlah pada bunga yang terpetik dan berada di atas mejamu kini, menandakan bahwa yang segar dan yang indah pada akhirnya pasti akan layu dan akan terganti oleh yang baru.
  35. Walau diselubungi pagar agar terhindar dari hujan & panas, bunga akan layu karena merindukan matahari
  36. Lelaki malam serba hitam kaukah yang menaruh bunga di jendela kamarku saat pagi ketika embun di sapa matahari setangkai bunga layu teronggok di situ
  37. Ucapan maafmu kini hanyalah setangkai bunga layu dan kering yg tak menyentuh hati.
  38. Cinta itu seperti bunga. Kau perlu merawatnya agar tumbuh subur dan tidak layu. Merawat cinta dimulai dengan mencintai diri sendiri dulu. Tidak menyiksa diri hanya untuk mendapatkan yang diinginkan. Merawat cinta berarti peduli akan kebahagiaan diri sendiri.
  39. Pasti sulit bagi sekuntum bunga untuk mekar, tapi ia tetap kemudian layu dalam waktu singkat sama seperti saat pertama kali kau mekar dalam hatiku aku berharap dapat melupakanmu secepat itu
  40. Aku hanya bunga layu, yang perlahan kelopaknya luruh termakan waktu. Perlahan tergantikan bunga baru yang mekar dan dikelilingi banyak kupu-kupu.
  41. Kamulah kupu-kupu itu pada janji indah yang terlukis dikepak sayapnya yang mudah terbang berpindah sesuka hati yang tak sungkan menjamah pada tiap kuntum bunga yang merekah. Akulah, satu bunga layu itu… yang telah kau tinggalkan.
  42. Wahai bunga, mekarlah indah hingga manusia tak tahu adaku, namun jangan kau layu dan pergi begitu saja tanpa kata. Sebab waktu akan mengutuk, hingga aku menjadi kupu-kupu yang lupa pada warnanya.
  43. Bunga punya layu, langit punya mendung, dan bumi punya hujan. Apa yg disedihkan?? Kehidupan?? Cinta?? Lihat, betapa ibu kita susah mengajari kita buat tersenyum. Jangan terlalu cengeng nakkk….
  44. Dirimu barjanji dan bersumpah semu,..Laksana bunga engkau telah layu hancurkan hatiku,..Jalinan kita yg berdinding kaca ,hancurlah jadinya,..Ku jadi sengsaraaaaaaaa
  45. Gapapa, nangis aja. Bunga bisa layu, langit bisa sendu, kayu bisa lapuk. Kamu juga bisa. Nangis aja, jangan ditahan, nanti malah jadi abu.
  46. Gugur bunga karena layu.., gugur iman karena nafsu.., gugur cinta karena cemburu
  47. Yang indah pun akan layu,kering,hilang. ~dilupakan atau terlupakan
  48. Hidup ini bagai bunga , bila kembang disanjung dijunjung , bila layu dipandang dihina , hargai tersayang sebelum mereka tiada buat selamanya
  49. Ku di halaman rindu, tiada teman, bunga yang layu
  50. Aku ingin menjadi rintik hujan terakhir yang meresap di bumi hatimu menumbuhkan taman-taman mimpi memupuk bunga-bunga harapan memberimu angin segar hingga yang layu menjadi mekar.
  51. Dayung, dayung perahu laju tak usah tunggu gugurnya bunga layu layar terkembang menunggu t’lah jemu pelaut berjaga berjaya mimpi seberang semu angin dicumbu, segara dirayu daratan ditinggal hati tak lagi satu
  52. Cinta akan tetap bersemi di hati para perindu mahkota pada bunga kamboja terpasang di atas kerudung hitammu kelak jika jatuh dan menjadi layu pungutlah, lalu kembali tanam di surga yang untuk kita tinggali terakhir dan mungkin selamanya-
  53. Mentari t’lah lelah mengudara di lingkar hujan di kala senja membujuk mesra pita warna lalu menyulap rindu serupa bunga yang kian mekar dihela detik … Menuntut balas dipicu putik … Dan berakhir layu … Merindukanmu …
  54. Bunga teratai.. Cantikmu nestapa kumbang,mengangguk diterpa angin meliuk liuk mesra dlm badai siapa pemilikmu.. Bunga teratai laksana gadis ayu bertebar senyum,menebar pesona pada mata memandang.. Kelak..??Harimu akan berlalu membawa setiap pesona warnamu hingga menunduk layu
  55. Ada yang memaksaku untuk sedih pagi ini. Bunga di halaman rumahku yang biasanya berseri kini layu. Padahal setiap hari kusirami, kuperhatikan. Oh bunga, kenapa layu? Padahal aku ingin menciummu.
  56. Dimana akan kucari setetes embun pagi, ketika hujan tak mau dilerai untuk berhenti. Mendera bunga yg hampir layu, tak tersambangi mentari.
  57. Seperti lepasnya kelopak bunga yang sudah layu dan tak segar lagi untuk meluruh jatuh ke bumi sesuai kodratnya saja dan itulah penantian waktu bahagia yang ku inginkan saat ini bukan denganmu mungkin saja sendiriku lebih ku sukai.
  58. Nunggu bunga jadi layu aja kakak sanggup. Apalagi cuman nunggu kamu buka hati, dek.
  59. Ingin ku kirim bunga, bunga kan layu ingin ku kirim senyum takut g di bls ingin ku kirim rindu takut hajat tak tersampaikan, jadi ku kirim doa buat kalian agar kamu sehat selalu di malam minggu ini
  60. Di atas genteng jualan bunga layu hai ganteng ailafyu
  61. Biarkan hatimu dipenuhi perasaan cinta, hidup tanpa cinta bagaikan taman bunga layu yang tidak pernah disinari oleh sinar matahari. Pekerjaan utama cinta adalah untuk bisa saling mendengarkan dan memahami. Karena cinta itu akan memberikan warna kehidupannya.
  62. Sesegar segarnya bunga pada akhirnya akan layu juga. Sewangi wanginya bunga pada akhirnyapun akan hambar juga. Itulah,rupa dan keadaan tak selamanya sama
  63. Aku yang merindukan senyummu, bunga kamboja layu di ujung kesepiannya, membusuk dalam tinta yang berwarna hitam, memisahkan aku menjadi bukan seseorang yang kau kenal lagi-
  64. Sedekat bunga dan tangkainya biarkan aku menggenggam agar kau selalu mekar menawan jika patah, kau layu dan aku mati.
  65. Malam ini, aku akan melintas di padang bunga tidurmu, kemudian layu, mati di semak belukar inginmu.
  66. Setengah bunga sudah layu, setengah lagi hampir layu dan setengah lagi masih berbentuk bunga yang sempurna. Macam itu lah kepercayaan kita dekat seseorang. Bila sudah sering ditipu, kepercayaan tu masih ada tapi tak seperti dulu dan kita makin berhati-2 untuk hati sendiri
  67. Akankah bunga tetap menjadi bunga? Tegak mewangi meski panas menerpa meski habis kering airnya terbang ke angkasa atau tunduk layu tiada asa? Akankah bunga tetap menjadi bunga? Teguh tabah kala ulat-ulat memakannya sisakan gurat” luka tiada tara atau pasrah menyerah lalu binasa?
  68. Senja ini kunikmati sendirian, bunga-bunga layu berguguran, angin mempercepat runtuhnya, rindu bergulir mengaliri jiwa.
  69. Hari ini …Mungkin nanti… Ada waktunya aku kan berlalu dari hadapanmu usah diharap lagi bunga yang layu kan mekar berseri hati yang patah tak akan utuh kembali kau siramkam air panas untukku di saat sedang merekah kuntum rindu di hatiku kau sempurnakan kematian duniaku.
  70. Ku t’lah datang, maka sambutlah dengan harapan itu bawalah sedang ku kan berikan oleh-oleh manisan bunga kembang kehidupan hisaplah sari-sari cinta ini nikmatilah manisnya kala bersemi kutuangkan juga madu diatas bibirmu agar kian terjaga segala yang layu
  71. Adakalanya musim berubah daun-daun berguguran bunga-bunga layu barangkali saat itu cinta telah berganti, berpindah ke lain hati.
  72. Suatu hubungan itu, ibarat sebuah bunga. Sangat indah saat dia mekar, sangat buruk saat ia layu, dan penuh perjuangan saat ia sedang bertumbuh. Kata putus. Sama saja kau memotong tangkai bunga, atas nama egoisme untuk urusan pribadi.
  73. Semua mengering dalam belukar keraguan, bunga layu bersamaan duri yang merendah. Kumbang tak bersayap
  74. Kau yang terindah disepanjang hidupku kutanamkan wangi bunga menabur harum kisah cinta dekaplah aku dalam rengkuh cintamu bawalah aku kedalam hangat cintamu karena aku, selamanya ingin bersamamu jangan pernah kau tenggelamkan hingga lemah dan layu
  75. Sayang, kuizinkan kau memetik rindu di taman kalbuku bunga suka cita membiru sayang, rawatlah bunga indah ini peliharalah dlm hati jangan sampai layu memati sayang, kurengkuh dgn sungguh jiwamu nan melara dlm peluk penuh cinta
  76. Ada saatnya bunga akan layu, tapi tidak hari ini. Ada saatnya aku akan kalah, tapi tidak hari ini.
  77. Cinta yang kau tanam di jantungku menumbuhkan bunga-bunga yang tak pernah layu memberi kebahagiaan.
  78. Aku mencium aromamu, di lengan lengan bunga layu, biar lah, kakiku menahan sakit, karena langkahku tak pernah menemukan jalan.
  79. Aku setangkai bunga tumbuh di luasnya taman tak rela terinjak kaki petualang tak sudi dipetik tangan liarnya dipajangnya di vas mewah keemasan dibiarkannya layu tanpa daya kelopaknya jatuh berguguran akhirnya terbuang dan tersia
  80. Aku tak sanggup belikan bunga untukmu.. Yang kusanggup hanya menghafal nama bapakmu.. Karena kuyakin suatu saat bunga akan layu.. Sedangkan nama bapakmu abadi dalam ijab kabulku..
  81. Andai indahnya bunga akan tetap abadi saat di petik, mungkin ku akan memetiknya,.. Namun ku tau ia akan layu dan mati jika ku petik, seperti cintaku padamu yg tak mungkin ku petik darimu..
  82. Memaknai cinta tak selalu dengan harta, apalagi dengan bunga harta bisa saja sirna sedangkan bunga bisa layu dan tak beraroma lihatlah mereka cinta mereka tetap ada meski tak selalu bersama, bertatap muka hanya doa dan rasa percaya yang menjadikan cinta selalu ada
  83. Bunga ini baru saja kuncup tapi mengapa harus layu sebelum sempat bermekaran rindu ini baru saja menjelma tapi mgp harus berpisah sebelum sempat bersua cinta ini baru menyala tapi mengapa harus padam sebelum sempat menghangatkan
  84. Ajari aku kekasih, cara merawat bunga di hatimu agar setiap kelopaknya mekar selalu, tak pernah layu.
  85. Tiba saatnya kala bunga menjadi layu. Iabaratkan kata telah tiba senjanya. Tak akan ada yang mau meski sehelai saja belum ada yang gugur apakah ini takdir tuhan?
  86. Burburu ke kepadang datar dapat rusa belang kaki berburu kepalang ajar bagai bunga layu kembang tak jadi
  87. Layu itu niscaya, kasih sedang kau bukan bunga palsu di sepenggal masa ini jadilah sumping hatiku hati yang telah mendengar panggilan cinta
  88. Hidup kita itu seperti bunga… Kuncup — mekar — layu — mati jangan kira kita akan mekar selamanya di dunia ini. Jadi, perbanyaklah amal sebelum mati, patuhi perintah²-nya dan jauhi larangannya. Insya Allah dg semua itu bisa kita raih kebahagiaan di alam yg kekal abadi.
  89. Tak perlu menyala-nyala, karena akan mudah padam tak usah berbunga-bunga, karena akan cepat layu cukup menikmati pahitnya cinta bersamamu sesederhana itu inginku
  90. Rumput dan bunga boleh kering dan layu. Tetapi firman Allah tetap ada…
  91. Dan perlahan gugur tanpa mampu kurayu seperti bunga ku layu seperti daun ku terjatuh seperti ranting aku rapuh saat kau tinggalkan ku
  92. Cara terbaik menikmati keindahan bunga yg mekar adalah dengan tidak memetiknya.. Biarkan bunga layu di taman bukan di genggaman..
  93. Bunga itu mekar sendiri sampai bunga itu luruh dan layu begitu juga hidupku awal yang penuh perjuangan penderitaan berakhir dengan kelegaan senja ini mendengar desah katamu yamg menyentuh sukmaku timbulkan rindu yang memikat kalbu
  94. Rintik hujan akhir pertengahan mei adalah tangis tersembunyi untuk mengucapkan selamat tinggal serta kebahagiaan bahwa musim kemarau akan membiarkan bunga layu kelak gugur di penghujung malam
  95. Ketika itu aku masih muda untuk mencintai dan usiamu belum pantas untuk dicintai namun sekarang kau sedang mekar-mekarnya malah aku layu karena melihatmu saja kau sangat indah, bunga remaja.
  96. Seberapapun indahnya sekuntum bunga, ketika engkau menggenggamnya, ia akan layu dan kembali ke tanah. Biarkan keindahan sekuntum bunga mengalir bersama waktu, seperti tubuhmu yang juga akan menjadi debu.
  97. Hadirnya dirimu di semestaku seperti layu yang hidup kembali karena kusirami. Tapi kau tumbuh menjadi sebatang bunga beracun yang sekali gores mampu lumpuhkan seluruh sarafku. Belum tumbuh indah sudah mematikan. Belum apa-apa sudah meninggalkan.
  98. Berguguran bunga asmara yang telah kutanam pupus sudah harapan ‘tuk selalu bersamamu tak cukupkah sinar kasih yang kuberi ‘tuk menjaga mekarnya asmara kita oh, mengapa bunga asmaraku layu saat sedang mekar oh, kasihku… sungguh, aku tak percaya
  99. Bunga layu ditinggal kumbang, hati pilu ditinggal rindu. Taman sepi tanpa semi, raga mati ditikam ilusi.
  100. Bunga yang kau tanam telah gugur layu kumbang mana yang meracuni sarimu sementara vas dariku pecah oleh derita. Tak terelak!
  101. Ingatlah, yg mengembang pasti bunga dan bunga pasti layu. Lumayan punya aroma, bermanfaat memberi wangi dunia jangan layu sebelum berkembang
  102. Jangan mencintai seseorang seperti bunga yang akan layu bila tiba musim berganti,tetapi cintailah seseorang itu seperti sungai yang akan mengalir selamanya
  103. Saat kau menolak cintaku, jangankan hati yang layu bunga pun ikut layu hanyut terbawa angin
  104. Lelaki yang sepi hatinya sekuntum bunga. Sesudah mekar di taman dia izinkan seribu perempuan memetik dan membawanya pulang. Begitulah lelaki yang sepi hatinya diletak dalam jambangan menunggu layu, sebelum berganti baru.
  105. Siang ini wangi bunga mawar menanti kecupmu, menanti pujian dari bibir mungilmu; segeralah. Kelopaknya tak akan menunggu, dia akan layu saat senja seperti kecantikan di gerus usia.
  106. Dipetiknya bunga di kebun sebelah rumah, dipandang, dicium, indah dan wanginya; layu, dibuang, bosan.
  107. Maka, aku dapati kehilangan sebagai kemarau; musim yang ditakuti daun-daun. Maka, aku dapati kesedihan sebagai bunga-bunga yang layu; dan menangis adalah upaya untuk menunda keringnya datang lebih cepat.
  108. Dedaunan berguguran tersapu angin senja musim berganti bunga layu membusuk tertelan bumi
  109. Setelah kau pergi, tiada yang berubah. Kecuali bunga yang kau tanami dulu, layu tiap melihatku murung karenamu
  110. Setangkai bunga yg hampir gugur layu kini segar kembali disiram kekasihnya yg baru bersemi kembali nyatakan rasa cintamu itu untukku
  111. Laut sepi tanpa ombak bunga layu tanpa air… Sang surya tak berkutik tanpa sinarnya bak hati ini salalu sepi tanpa hadirmu